preloader
  • Beranda
  • Memperingati hari kelahiran Muhammad

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib ialah kekasih Allah SWT yang dilahirkan nya beliau tidak lain dan tidak bukan sebagai rahmat untuk semesta alam

blog-thumb

Oleh: Sahabat Muhammad Rifqi Ni’am Siroj

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib ialah kekasih Allah SWT yang dilahirkan nya beliau tidak lain dan tidak bukan sebagai rahmat untuk semesta alam. Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada saat Tahun Gajah, yang pada saat itu terjadi penyerangan terhadap kota Makkah dan juga akan menghancurkan Ka’bah yang dinahkodai oleh Abrahah al-Asyram.

Tapi ketika itu Allah dapat menggagalkannya dengan mengirimkan nya pasukan burung Ababil yang sampai saat ini telah diabadikan dalam Al-Quran. Terjadi juga perdebatan mengenai peristiwa kelahiran Rasul ini, tetapi pendapat yang paling kuat adalah 12 rabiul awal , pada hari senin malam.

Rasul terlahir dalam keadaan yatim , yang mana ketika itu bapaknya meninggal pada saat ibunya mengandung Rasul berumur 2 bulan dalam kandungan. Disusukan lah Rasul kepada Halimah , seorang wanita suku kecil Bani Sa’d bin Bakar. Yang mana ada suatu riwayat menyatakan bahwa ketika Rasul bermain dengan anak anak sebayanya ketika itu datanglah Malaikat Jibril , lalu Malaikat Jibril mengambil dan menelentangkan Rasul, dan langsung membelah dada Rasul dan mengeluarkan hatinya.

Kemudian jibril mengeluarkan suatu gumpalan darinya, lantas berkata “ini adalah bagian setan yang ada padamu” , setelah itu Jibril mencucinya ke dalam bejana emas dengan air zamzam di dalamnya lalu mengembalikan lagi ke tempat semula, teman-teman sebayanya yang melihat hal itu lari kocar-kacir katakutan dan berteriak kepada ibu susunya “Muhammad telah dibunuh”. Ada lagi kejadian ketika Rasul diasuh oleh Halimah yaitu daerah Bani Sa’d menjadi hijau kembali semenjak kedatangan Muhammad ke daerah tersebut yang asalnya kering kerontang.

Dari kejadian tersebut kita bisa mengambil hikmahnya yaitu bahwa Muhammad dari semenjak dilahirkan nya pun sudah menjadi rahmat bagi semesta alam.

Hari ini bertepatan dengan tanggal 12 Rabi’ul awal , di mana sebagian besar umat muslim sedang merayakan maulid atau hari kelahiran nya kekasih Allah tersebut. Dibalik perayaan ini tidak semua umat muslim di Dunia merayakan nya , karena terjadi perbedaan pendapat mengenai perayaan maulid ini.

Ada yang berkata bahwa merayakan maulid ini perbuatan yang tidak ada pada saat zaman nabi Muhammad dan tidak diajarkan oleh beliau, dan yang seperti itu disebut Bid’ah menurut sebagian kaum muslimin. Merayakan maulid nabi adalah bid’ah, tapi menurut sebagian ulama, bid’ah itu ada yang dhalalah dan ada yang hasanah. Jadi merayakan maulid nabi itu bid’ah yang hasanah,

toh menurut Al-Quran pun dikatakan bahwa kita harus memuliakan baginda Nabi Muhammad, ya salah satunya dengan cara merayakan maulid Nabi. Penulis di sini sependapat dengan para ulama yang membolehkan. Karena toh apa salahnya kita merayakan orang yang kita cintai, orang yang menjadi panutan kaum muslimin se-Dunia itu dengan acara yang juga diisi dengan baca Al-Qur’an,

baca Shalawatan, mengulas perjuangan Nabi ketika dilahirkan sampai meninggal nya. Karena menurut ku itu salah satu bentuk memuliakan kekasih Allah. Apabila memang cara perayaan nya dengan cara yang tidak sesuai dengan syariat maka itu sesuatu perbuatan yang sangat tidak baik.

Yang paling penting dari semuanya adalah kita bisa mengambil esensi perjuangan yang beliau lakukan untuk dakwah dengan cara yang Mau’idzotil Hasanah. Semoga generasi penerus bangsa bisa selalu meneladani akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Allahumma Sholli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad
Selasa , 20 November 2018
Tempat berteduh
#gustiorarewel

comments powered by Disqus