preloader

Sudah menjadi tradisi bagi kalangan aktivis kampus ketika menjelang UAS segala kegiatan rutin suatu organisasi akan hening seketika

blog-thumb

Sudah menjadi tradisi bagi kalangan aktivis kampus ketika menjelang UAS segala kegiatan rutin suatu organisasi akan hening seketika, bahkan ini terjadi berulang kali sambil mereka sadar bahwa tradisi ini tak layak adanya. Beberapa dari mereka mempunyai idealis, tapi tersandung di tengah jalan karena tidak adanya gerakan yang real, mungkin terlalu sibuk dengan konsepannya di alam khayal, atau mungkin bayangannya enggan berada di belakangnya.

Sering sekali terdengar kata “Kenapa harus selalu seperti ini?” di sela-sela UAS yang menjadi tuhan sementara kita. Jawabannya pun ringan, tanpa diolah dan tanpa disadari “UAS barangkali yang membuat keadaan seperti ini”. Dan berlalu begitu saja tanpa adanya kejanggalan, ibarat kata-kata yang sudah berjuta-juta orang berkata tanpa mau mendengar kata-kata.

Beberapa hari yang lalu, aku berkunjung ke sebuah tempat dan bertanya tentang segala hal problematika yang setiap akhir semester selalu berkunjung tanpa mengetuk. Beliau membuka pembicaraan melalui realita yang sedang terjadi. Dengan gaya khasnya, sarung dan peci putih yang selalu melekat, beliau berkata “ Zaman sudah tua de, nilai-nilai dakwah sudah jauh dari esensinya. Mereka yang disana, tidak akan pergi berdakwah jikalau tarif yang mereka kehendaki tidak terpenuhi. Padahal justru yang seperti itulah membuat diri mereka menjadi rendah. Berdakwah itu memberi tanpa pamrih bukan meminta dengan mengemis”.

“Kalau dalam berorganisasi, kita harus bisa mengkordinir per angkatan kemudian kita harus bisa juga mengkordinir wilayah dan yang terakhir kita harus bisa mengkordinir diri kita sendiri jika memang ingin suatu organisasi berjalan stabil. Dan jangan sampai masalah organisasi menghambat kuliah kalian!. Lakukan dengan santai dan sesuai dengan apa yang telah disepakati tanpa membebani anggota anggota ente!!”.

Timbulkanlah rasa memiliki kita terhadap organisasi, karena yang namanya organ tidak akan mampu melakukan segala hal dengan sendiri, pasti membutuhkan organ-organ yang lain agar selaras pergerakan yang akan terjadi. Dan ingatlah “Pantang meninggalkan PMII dalam situasi dan kondisi apapun!!”. Tetap semangat menjalankan ritual tanpa meniadakan rutinitas yang ada. Salam Pergerakan.

Falah m.

comments powered by Disqus